hehehhe..
betul banget nggak sih??
iya banget laaah..
trus, setelah sekian lama, baru hari minggu kemarin saya enjoy myself banget. YOI!!
tapi bukan mobok2an kaya nenek disebelah, rugi banget coy..
kalo buat gue, enjoy myself = SHOPPING baby, oyeah...!!!
shop till u drop...
biasanya menjelang Lebaran ama Natal, emang waktu buat shopping abis2an bgt..
no worries bgt besok idup pake apa, kayanya tiada hari esok deh..
abis TOEFL class sabtu kmrn, rencanannya mau nemenin salah satu temen buat belanja 'mudik'. eh yg ada yg belanja kalab bukannya dia, malah gue..hehehehe..
lagian masa ada sepatu NIKE lucu bgt harganya amat sangat memungkinkan untuk dibeli ampe 5 biji..gila nggak? yang ada gue jadi berencana beliin semua orang gitu, ancur bgt!!
trus beliin baju lebaran buat adek2 sepupu. dan karena gue sibuk banget milihin baju2 buat mereka yg sesuai dgn selera gue, yg ada pas ampe rumah trus diliat2 lagi jadi nggak rela gitu ngasihnya..,hehehhee..tolol deh..
trus, nyokap lebih parah lagi, bgt liat barang2 yg gue beli, malemnya minta dianterin ke tempat yg sama saat itu juga, jadi 1hr itu gue balik lagi ke mall yg sama, masih pake baju yg sama, ke toko2 yang sama pula!!
jadi kemarin itu, bisa dibilang 3/4 hari dihabiskan untuk belanja. jadi inget, dulu jamannya mamah dian dan mamah ewwy masih membujang, kita bisa ngabisin 1hr bener buat keliling di blok M. kadang emang buat nyari suatu barang, kadang cuma iseng aja ngecek barang:) hehhehe..bisa gitu, dari jam 10 pagi ampe jam 9 malem keliling di Blok M. tapi, emang kalo buat jalan mereka adalah teman2 yang cocok.. kalo belum nemu yang pas, telaten banget pindah dari satu tempat ke tempat lain buat nemuin barang yg pas, apalagi waktu itu kita statusnya yg masih blm punya duit sendiri..
emang nggak dimana, cewek kalo disuruh belanja, nggak ada matinyaaaa..
post by btaribiru at
5:41 PM
Thursday, November 13, 2003
SCENE 1:
laki-laki itu ada disana, duduk menatap ke depan, sebatang rokok terselip diantara jari2nya. wanita itu duduk tepat di depannya, mereka berhadapan. keheningan ada diantara mereka. tangan laki-laki itu bergerak, menyelipkan rokok diantara mulutnya dan menghirupnya perlahan. wanita didepannya hanya memandang tanpa berbicara, masih diam..
'Bagaimana mungkin kamu masih mempertanyakan hal yang sama' akhirnya laki-laki itu bersuara. Pandangannya masih tertuju ke depan, tidak menatap sedikitpun pada wanita yg ada dihadapannya.
'Bagaimana saya tidak' jawab wanita itu. Matanya lurus menatap mata laki-laki dihadapannya. Laki-laki yang telah mengisi sebagian jiwanya tanpa dia bisa menolak, laki-laki yang mengambil seluruh keyakinannya akan cinta, laki-laki yang seakan tidak pernah mengerti apa yg ada dikepala dan hatinya.
'Lalu saya harus bagaimana lagi? apalagi yang harus saya tunjukan pada kamu?'
wanita itu diam. masalah ini terus saja ada diantara mereka. keyakianan itu, tak pernah ada dihatinya. pertanyaan itu selalu saja ada di kepalanya.
'Apalagi yang harus saya lakukan kepada kamu?' sekarang mata laki-laki itu menatap tajam ke arahnya
'saya harus bagaimana untuk menunjukkan kesuguhan saya, cinta saya, apa saja yg saya punya untuk kamu..?'tanya laki-laki itu lagi. Kali ini ada tekanan dinada suaranya, tekanan untuk menuntut sebuah jawaban. Si wanita tertunduk.
Iya, apalagi yang bisa ia lakukan, tanyanya dalam hati. Apalagi yang harus saya pertanyakan? Bukankah semua harusnya sudah jelas? Apalagi yg menyebabkan kegelisahan ini?
Tangan laki-laki itu bergerak, meraih tangan mungil dihadapannya. Digenggamnya tangan itu dan diletakan di dadanya.
'Rasakan.., kamu bisa rasakan kan?'
wanita itu mengangguk
'Dengar, saya hanya ucapkan ini sekali ini lagi saja. Selama kamu tetap bisa merasakn denyutan itu dalam dada saya, selama itu juga, saya akan selalu ada untuk kamu..'mereka bertatapan. Wanita itu berusaha mencari sesuatu di mata laki-laki itu, sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaannya, yang bisa menumbuhkan keyakinannya.
'kamu dengar?'tanya laki-laki itu
Sekali lagi wanita itu hanya mengangguk.
Masih ada sesuatu dihatinya. Belum ditemukan jawaban yang dicarinya.
'jangan lagi kamu tanyakan hal ini kepada saya. jangan lagi kamu pertanyakan keberadaan saya untuk kamu. jangan lagi kamu ragukan hati saya untu kamu..' dikecupnya tangan wanita itu.
Wanita itu kembali mengangguk, dan tertunduk. ia berjanji didalam hatinya akan mencoba menghilangkan semua pertanyaan bodoh itu, dan berjanji akan menikmati hubungan ini...
beberapa bulan kemudian..
mereka duduk berhadapan lagi.laki-laki dan wanita itu. diam.
Mata wanita itu terpejam, kepalanya tertunduk. hatinya memaki, hatinya biru dan rasa sakit itu merambah disetiap inci tubuhnya.
'maafkan saya..'laki-laki itu bersuara
wanita itu masih diam. tak cukup oksigen yang ada di dadanya yang bisa membuatnya mampu mengeluarkan suara.
mereka diam lagi.
wanita itu mengangkat wajahnya, digerakan tangannya ke dada laki-laki itu
'saya masih bisa merasakan denyutan itu.., denyutan ini sudah tidak lagi untuk saya?'tanyanya
laki-laki itu diam. berlahan digelengkan kepalanya.
'maafkan saya..' hanya itu yang mampu diucapkannya lagi
SCENE 2:
'kemarin pulang naik apa, sayang' tanya laki-laki itu merekatkan pelukannya.
'sendiri, sebel deh.. kan capek. kamu sih..'jawab wanita itu manja dan meletakkan kepalanya di dada laki-laki itu
'iya deh..sorry, aku nggak akan biarin kamu pulang dan berangkat sendiri lagi, janji deh..' jawab laki-laki itu sambil mengecup pelan dahi wanita dalam pelukannya
'bener yaa..'wajahnya terangkat, senyum mengembang di wajah wanita itu
'iya...apa sih yang enggak buat kamu, sayang? aku rela nggak digaji deh, daripada harus ngebiarin kamu sendiri..'kata laki-laki itu lagi. tangan wanita itu bergerak memeluk laki-laki itu.
saya tahu, kata wanita itu dalam hatinya.
pagi itu, wanita itu mulai gelisah. berkali-kali dilihatnya HPnya. masih belum ada sms. kembali dicobanya menelepon nomor HP laki-laki itu. tidak ada jawabanya.
mungkin masih dijalan, atau HPnya ketinggalan??
di sms-nya kembali laki-laki itu, menanyakan ada apa sekaligus memberitahu bahwa hari ini ia berangkat sendiri saja karena hari sudah semakin siang dan tidak ada kabar darinya.
selama perjalanan pertanyaan itu selalu saja ada dikepalanya.
atau mungkin dia sakit? jadi tidak masuk kantor..
berbagai kemungkin muncul di kepalanya.
hari itu dan seterusnya tidak ada kabar lagi dari laki-laki itu.
+++
see girls..
those are just words!!
itu sebabnya saya nggak pernah percaya omongan manis laki-laki...
PS: mbak okke, aku pake salah satu templatemu yang di blogskin yah..tapi ada yang aku ubah2 sih..thx yaa..