namaku Lara. Usiaku 26th. aku perempuan yang sangat membenci pagi.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya berubah menjadi raksasa dan menelannya bulat2 ke dalam perutku yang akan memperlihatkan cacing2 di dalamnya.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya kutembak matahari sampai terpecah berai dan hari akan selalu menjadi gelap.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya aku menariknya dan membenamkannya jauh2 ke dalam tanah dan menancapkan nisan kosong tanpa nama.
namaku Lara. Usiaku 26th. Aku perempuan yang sangat membenci pagi.
begitu bencinya aku pada pagi sehingga membuatku berpikir pagi diciptakan hanya untuk membuatku ingin mati saja.
begitu bencinya aku pada pagi hingga ingin rasanya aku menusuk2 diriku dan membiarkan darah mengalir keluar dari tubuhku setiap sinar matahari menyentuh tubuhku.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya aku diam2 menculik matahari dari alam sebelum ia bergerak untuk terbit dan membuangnya ke dalam kloset bersama-sama dengan kotoran
dan muntahan-muntahanku hingga ia menjadi begitu bau dan kotor hingga ia malu untuk terbit lagi.
namaku Lara. Usiaku 26th. Aku perempuan yang sangat membenci pagi.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya kuberteriak memanggil matahari untuk turun dan berduel denganku sampai salah satu dari kami mati dengan usus terburai keluar.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya berteriak memaki pada orang2 tolol yang selalu bergegas menyongsong hari.
begitu bencinya aku pada pagi sampai ingin rasanya aku bunuh laki-laki yang membuatku begitu benci pada pagi.
namaku Lara. Usiaku 26th. Aku perempuan yang sangat membenci pagi dan laki-laki itu...
post by btaribiru at
6:37 PM
Wednesday, April 14, 2004
dibacanya barisan kalimat itu satu persatu
berulang-ulang
berusaha memahami maksud sebenarnya
kepalanya tertunduk
dadanya begitu perih
tidak
kamu tidak akan pernah mengerti
kamu tidak akan pernah bisa merasakan apa yang saya rasakan saat ini
tidak sepersen pun
bagaimana kamu bisa begitu membenci pagi
ketika pada saat detik pertama membuka matapun
kamu sudah dapat membayakan hari yang akan kamu jalani begitu menyiksa
bagaimana kamu begitu tersiksa disaat malam hari
saat semua orang sudah bermimpi
kamu harus berjuang menahan sakit yang merayap berlahan ditiap aliran darah
dan tarikan nafasmu
tidak
kamu tidak akan pernah mampu memahami apa yang saya rasakan
tidak sepersen pun
kamu katakan,
kamu mencintainya
saya sudah melakukannya sejak dulu
saya sudah memilikinya dalam hati saya
dalam jiwa saya
dalam tiap tarikan nafas dan nadi saya
kamu katakan,
kamu syukuri hari kamu menemukannya
pada hari itulah saya kehilangannya
tidak
kamu tidak akan pernah mampu memahami apa yang saya rasakan
tidak sepersen pun
tangannya bergerak
meraih sebilah pisau buah disampingnya
berlahan diarahkannya pisau itu kepergelangan tangannya
darah segar menetes di karpet biru kamarnya
lihat,
luka ini pun tidak mampu menghilangan perih di dada saya
tidak
kamu tidak akan pernah mampu merasakannya
tidak sepersen pun
ditariknya nafasnya dalam2
dimatikannya layar monitornya dan berlalu
darah segar masih tetap menetes dari pergelangan tangannya
post by btaribiru at
7:34 PM
Tuesday, April 13, 2004
ia berteriak dan berteriak, mengeluarkan seluruh lukanya, seluruh jiwanya,
semua yg menjadi bebannya selama ini. yang menjadi pertanyaannya selama ini.
semua perihnya.
bundanya lari tergopoh-gopoh, berteriak-teriak memanggil namanya dan menanyakan ada apa.
ia terus berteriak, memohon, bertanya dan memaki.
seluruh penantiannya, doanya, jiwanya, hatinya, hidupnya.
wanita setengah baya itu memegangnya.
memohonnya untuk berhenti
ia terus berteriak berusaha mengeluarkan luka dari tiap teriakannya.
ada begitu banyak luka dari tiap tangisannya.
'dia jahat, bunda.. dia jahaaaaat..'
wanita setengah baya itu berusaha memeluknya, memohon agar ia tidak menyakiti dirinya
'dia jahat bunda..dia bohong, dia bilang dia nggak akan jatuh cinta pada teman kantornya.
dia bilang, dia belum mau memikirkan orang lain, dia belum mau ada orang lain saat ini..'
dia terus berteriak. teriak perih dan luka, sekuat tenaganya, sekuat suaranya, memohon..
wanita setengah baya itu terus memeluknya, merasakan tiap teriakan penuh luka dari anaknya
'wanita itu Ari, bunda...teman kantornya..jahaaaaatt..kenapa harus saya bundaa..sakit bundaaa.."
tangannya yang terlepas dari pegangan wanita setengah baya itu mulai memukuli dadanya sendiri,
memukuli kepalanya dan seluruh badannya.
jiwanya sakit, hatinya sakit, setiap tarikan napasnya sakit.
'kenapa bunda..kenapa..kenapa... sakit bunda..sakiiiiiiiiit..!!
tiba-tiba wanita setengah baya itu memuluki dirinya, mencubitnya, dengan seluruh tenaga yang dia punya.
'sini, biar bunda yg kasih kamu sakit. bunda nggak pernah kan nyakitin kamu!!
kenapa orang lain bisa nyakitin kamu, tapi bunda yang melahirkan, mendoakan kamu, menyusui kamu,
memelihara kamu, memuasakan kamu, menjaga kamu nggak pernah nyakitin!!??"
wanita setengah baya itu terus memukulinya dan dia terus berteriak
kemudian wanita setengah baya itu berhenti dan memeluknya dengan penuh kasih
dia hanya terisak dlm pelukan bundanya, 'sakit bunda...sakiiit..'
dirasakannya detak jantung bundanya, tarikan napas bundanya
'bunda tau. apa yang kamu rasakan, 2x lebih lipat bunda rasakan.
aku yang melahirkan kamu..
apapun yang kamu rasakan, aku merasakannya lebih dari 2x lipat, anakku.."
=======
see..
you're not just hurting me, u hurt my mom also..
i hope u enjoy it!
quote of the day: apapun yang laki2 katakan, itu hanya berlaku 5menit
itu pun karena kamu ada di depan matanya
so girls,..
just take care ur-self
take it from me.
post by btaribiru at
8:59 PM
Tuesday, April 06, 2004
hari ini gue pergi cari kado buat anaknya mamah dian
tiba2 "that stupid dept. store" muter lagunya Laluna trus tiba2 lagi gue jadi bengong
nggak kuat jalan
yg ada satu laguan itu gue bediri aja di tengah jalan
nggak bisa ngapa2in
cuma memaki dalam hati
nahan sesuatu yg ada ditenggorokan gue
ampe sakit bgt
setelah lagu itu selesai
gue masih bengong
trus gue pulang tanpa kado